JEMBER – Cuaca ekstrim beberapa hari ini yang ditandai turunnya hujan dibeberapa tempat dengan curah hujan yang relatif lebat, mengakibatkan beberapa dampak,  terutama naiknya debit air Kalijompo yang kali ini mengikis pondasi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Jumerto Kec Patrang dengan Desa Klungkung Kec Sukorambi.

Terkikisnya jembatan tersebut sejak beberapa hari yang lalu, namun dengan curah hujan yang bertambah pada Sabtu 29/02/2020 (kemarin) sekitar pukul  19.00 Wib jembatan tersebut jebol dan memutus akses masyarakat dari Kelurahan Jumerto ke Desa Klungkung.

Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin pada Minggu 01/03/2020 Pukul 11.00 Wib langsung melakukan pengecekkan dilapangan, didampingi  Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Rifiq, Lurah Jumerto Wiyono, Kepala Desa Klungkung Abdul Ghofur, dan tokoh masyarakat KH Ahmad Mudhofar.

Menurut KH Ahmad Mudhofar saat diwawancarai awak media menerangkan, bahwa jembatan tersebut mengalami beberapa kali perbaikan, awalnya dibuat oleh ABRI Masuk Desa (1982), dengan pondasi yang cukup dalam, kemudian mengalami perbaikan kembali pada tahun 1994, melalui dana APBD, dan sejak seminggu ini memang kondisi pondasinya sudah terkikis oleh air, dan kendaraan besar kita larang untuk lewat, dan kemarin setelah hujan sejak pukul 12.00 Wib, hingga pada pukul 18.00 Wib debit air sungai relatif besar akhirnya jembatan ini jebol seperti ini.

Sementara itu Kepala BPBD Jember M Rofik dalam wawancaranya pada kesempatan tersebut sekaligus menghimbau masyarakat yang berdekatan dengan sungai terutama didaerah hilir, karena seperti Kalijompo ini dihilirnya pecah menjadi beberapa aliran dan berakhir di Kali Bedadung, melintasi beberapa desa dan kelurahan dari Kecamatan Sukorambi, Kecamatan Patrang hingga masuk kota dan Kecamatan Kaliwates, untuk itu masyarakat harus lebih hati-hati, terutama saat cuaca mendung.

Kewaspadaan masyarakat didaerah hilir sungai harus selalu terjaga, jangan sampai saat hujan melakukan aktifitasnya di sungai, karena saat berbahaya, kemudian terkait dengan jembatan ini saya berterima kasih karena dari TNI Kodim 0824/Jember sudah menurunkan personel untuk membantu kerjabakti masyarakat dalam membuat jembatan darurat dari bambu, sehingga akses masyarakat terutama anak-anak sekolah tidak terkendala oleh jebolnya jembatan ini. Pungkas Ka BPBD Jember.

Sedangkan Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf la Ode Muahammad Nurdin pada kesempatan tersebut saat diwawancarai awak media menyampaikan, bahwa dirinya sangat prihatin sekali dengan jebolnya jembatan ini, akses masyarakat yang menghubungkan  Kelurahan Jumerto dengan Desa Klungkung dan Desa karangpring menjadi terputus, kali ini sebagai langkah tanggap darurat, kita menurunkan personel Koramil 0824/02 Patrang serta Pos Koramil 0824/30 Sukorambi seabanyak 10 orang dipimpin Pelda Hadi Purwito.

Guana mengoptimalkan langkah tanggap darurat ini besuk akan kita perkuat dengan personel TNI dari jajaran Koramil lainnya, untuk mempercepat dan memantapkan pengerjaan jembatan bambu ini, yang bersifat sementara, sehingga masyarakat dan anak-anak sekolah tidak terlalu terkendala dalam melaksanakan aktifitasnya,  sambil menunggu langkah-langkah penanganan berikutnya  dari Pemerintah Daerah.

Lebih   lanjut Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin menyampaikan terima kasih kepada BPBD Jember, Lurah jumerto, Kepala Desa Klungkung dan  masyarakat desa Klungkung maupun masyarakat  Kelurahan Jumerto yang bergotongroyong mengerjakan jembatan darurat ini, nnti akan kita bicarakan bersama BPBD Jember, Pemerintah Kabupaten Jember untuk pembangunan jembatan secara permanennya, agar segera dapat dilaksanakan. Pungkasnya. (Siswandi)

 

 49 total views,  2 views today

Leave a Reply