JEMBER – Antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah saja, namun institusi TNI juga ikut perhatian dalam rangka mengantisipasi adanya penebaran covid-19 ini, baik Komandan Kodim 0824 maupun Kepala Rumah Sakit Baladhika Husada juga turut berperan aktif.

Hal ini terbukti dengan didirikannya Posko Kesehatan untuk antisipasi mewabahnya covid-19 di Kabupaten Jember, oleh Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, rumah sakit yang selama ini melakukan pelayanan untuk TNI dan umum tersebut mendirikan Pokso Kesehatan untuk umum di Halaman Rumah Sakit Baladhika Husada tersebut.

Pada Senin 16/03/2020 Pukul 11.30 Wib Rumah Sakit Baladhika Husada Jember yang dikenal  masyarakat dengan Rumah Sakit DKT Jember terebut Posko Kesehatannya  mendapatkan kunjungan Bupati Jember dr, Hj, Faida, MMR bersama Komandan Kodim 0824 Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin dan Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, yang disambut langsung oleh Kepala Rumah Sakit Baladhika Husada Letkol Ckm dr. Maksum Pandelima, Sp.OT.

Kunjungan terebut memastikan kesiapan tempat dan kapasitas ruangan, serta rencana penanganannya apabila ada masyarakat yang terpapar covid-19, setelah melihat-lihat kondisi posko, Bupati Jember bersama Komandan Kodim 0824 dan Kapolres Jember langsung meninggalkan tempat dan melanjutkan pengecekkan Posko Lapangan di Terminal PaKusari jember.

Usai kunjungan tersebut saat diwawancarai awak media Letkol Ckm dr Maksum Pandelima Sp.OT menjelaskan, bahwa pendirian posko ini  sesuai arahan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) maupun Pangdam V/Brw agar kita ikut peduli terhadap penanganan suspek covid-19, posko ini nantinya menampung apabila ad lonjakan pasien yang terserang covid-19 tersebut,  dan saya berharap Posko ini tidak sampai dipakai, karena saya berdoa semoga masyarakat Jember tidak ada yang sakit akibat virus corona tersebut.

Namun demikian pada Posko ini sudah kita persiapkan segala sesuatunya baik sumberdaya manusianya, peralatan-peralatan sesuai standart Word Health Organization (WHO), sampai ke ruang isolasi ini kita siapkan, untuk posko ini posko kontak pertama, yaitu orang-orang dalam pengawasan (ODP) kita rawat disini dulu agar tidak untuk selanjutnya dirawat diwini atau dirujuk ke RSUD dr Subandi  Jember.

Lebih lanjut dr Maksum Pandelima menerangkan bahwa daya tampung Posko ini adalah 10 bad, kemudian Isolasi  ada 2 bad dan ruang ICU ada 6 bad, sehingga total ada 18 bad, dan untuk dokter yang ditugaskan sudah ada yaitu dikter specialis penya kita dalam, Posko ini akan beroperasi selama 24 jam, namun saya berharap semoga posko ini tidak terpakai, karena hingga saat ini belum ada yang terdampak di Kabupaten Jember . Tegas Kepala Rumah Sakit Baladhika Husada tersebut.

 39 total views,  1 views today

Leave a Reply